REPORTER.ASIA -- Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengagendakan seminar ketahanan keluarga sebagai salah satu kegiatan utama dalam rangkaian deklarasi dan pengukuhan kepengurusan yang direncanakan berlangsung pada 6 Desember 2026.
Agenda tersebut dibahas dalam pertemuan bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) dan majelis taklim Islam di Gedung Perpustakaan SMI, Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026).
Pertemuan yang diikuti 18 peserta itu menjadi bagian dari persiapan organisasi untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga perempuan Islam. Rapat dipimpin Pony Sudarti dari Wahdah Islamiyah (WI), dengan pembahasan mencakup penyempurnaan kepengurusan, perencanaan kegiatan, dan kesiapan pelaksanaan deklarasi.
Seminar ketahanan keluarga ini sendiri dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman mengenai posisi keluarga sebagai fondasi pembentukan masyarakat yang kuat dan berakhlak. Dalam rangkaian kegiatan yang sama, panitia juga merencanakan pembekalan keorganisasian bagi calon pengurus agar memahami tugas, fungsi, tata kelola, dan mekanisme kerja organisasi.
Rencana kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Muslimah: Menguatkan Keluarga, Membangun Bangsa”, dengan tagline yang diusulkan, “Ibu Hebat, Keluarga Kuat, Bangsa Bermartabat.” Tema ini menjadi kerangka kegiatan yang menghubungkan penguatan keluarga dengan peran perempuan Muslim dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan bangsa.
Dari sisi organisasi, pertemuan mencatat lima nama dalam susunan presidium, yakni Tri Winarsih dari Salimah, Nur Azizah dari MSI, Aini Shofia Kartika dari Muslimat Hidayatullah (Mushida), Asmar dari Aisyiyah, serta Pony Sudarti dari Wahdah Islamiyah.
Peserta juga membahas susunan sekretaris, bendahara, dan sejumlah bidang kerja, meliputi organisasi, politik dan hukum, sosial dan dakwah, ekonomi, informasi dan komunikasi (infokom), serta penelitian dan pengembangan (litbang). Susunan tersebut masih perlu dilengkapi dan diverifikasi, termasuk identitas serta afiliasi organisasi para pengurus, sebelum ditetapkan melalui surat keputusan.
Untuk mendukung pelaksanaan deklarasi dan pengukuhan, sejumlah alternatif lokasi turut dipertimbangkan, yaitu DPD RI DIY dan PP Tahfidz Suluh Melayu di Gambiran. Penetapan lokasi masih menunggu koordinasi lebih lanjut. Undangan direncanakan mencakup organisasi anggota BMIWI serta lembaga terkait, antara lain Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Tahap berikutnya meliputi finalisasi kepengurusan, konfirmasi lokasi, tanggal dan narasumber, serta penyusunan anggaran dan penjajakan dukungan kemitraan. Seluruh persiapan tersebut diarahkan untuk memastikan rangkaian kegiatan Desember mendatang terlaksana secara terencana sekaligus menjadi awal penguatan kolaborasi organisasi perempuan Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta.
