BSW0TpYiGSY8GUroTUOoGfMiBA==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Masyarakat Kelompok Rentan Ikuti Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan di Jakarta Timur


REPORTER.ASIA --
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bekerja sama dengan Islamic Medical Service (IMS) menyelenggarakan program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan 1447 H yang ditujukan bagi kelompok masyarakat pra sejahtera, anak jalanan, komunitas punk, serta kelompok marjinal lainnya. Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan di Pusat Dakwah Hidayatullah yang berlokasi di Jalan Cipinang Cempedak I, Otista Raya No.14, Jatinegara, Jakarta Timur, dimulai pada Sabtu, 17 Ramadhan 1447 (7/3/2026).

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI bersama mitra lembaga sosial. Mengusung slogan “Pesantren Jalan Cahaya”, kegiatan tersebut hadir sebagai program pembinaan keagamaan yang memberikan ruang pembelajaran bagi masyarakat yang selama ini jarang terlibat dalam kegiatan dakwah formal.

Sebanyak 100 peserta mengikuti program pesantren kilat tersebut. Para peserta berasal dari berbagai kelompok masyarakat marginal yang meliputi anak jalanan, masyarakat pra sejahtera, komunitas punk, hingga kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai preman.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti sejumlah sesi pembinaan yang berfokus pada penguatan pemahaman keagamaan. Materi yang diberikan meliputi pembinaan akidah, praktik ibadah sehari-hari, serta pendampingan psikososial bagi peserta.

Selain pembinaan spiritual, program ini juga menyediakan layanan sosial yang berkaitan dengan proses perubahan diri para peserta. Salah satu layanan yang diberikan adalah fasilitas penghapusan tato bagi peserta yang bersedia mengikuti proses tersebut. Layanan ini disediakan sebagai bagian dari dukungan terhadap peserta yang ingin memulai perubahan dalam kehidupan mereka.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang dilakukan oleh BAZNAS RI dan IMS dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan dakwah yang diselenggarakan melalui program ini menekankan pendekatan yang merangkul berbagai lapisan masyarakat.

“Pesantren Jalan Cahaya ini adalah bentuk dakwah yang merangkul dan tidak memukul. Kita ingin saudara-saudara kita, baik dari kalangan punk maupun preman, merasakan bahwa pintu hidayah dan kasih sayang Allah terbuka luas bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan-Nya,” ujar KH Naspi Arsyad.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Khotibul Umam dari Divisi Pendidikan Dakwah BAZNAS RI menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya lembaga dalam memperluas jangkauan manfaat zakat kepada kelompok masyarakat yang berada di lapisan akar rumput.

Menurutnya, kegiatan ini digelar dalam rangka untuk menghadirkan ruang pembinaan spiritual bagi kelompok masyarakat yang selama ini jarang mendapatkan akses terhadap kegiatan pembinaan keagamaan yang terstruktur.

“Melalui semangat Pesantren Jalan Cahaya, BAZNAS RI hadir untuk memastikan manfaat zakat menyentuh akar rumput dan menguatkan tauhid mereka yang berada di jalanan agar tetap memiliki harapan di bulan Ramadan,” ujar Ahmad Khotibul Umam.


Gabungkan Pembinaan Spiritual

Sementara itu, Direktur Utama Islamic Medical Service, Muhammad Ikhsan Taufik, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menggunakan pendekatan yang menggabungkan pembinaan spiritual dengan dukungan medis bagi peserta.

Ia menyampaikan bahwa layanan penghapusan tato yang disediakan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap peserta yang ingin melakukan perubahan dalam kehidupan mereka.

“Di sini kita tidak hanya membina secara rohani, tapi juga memberikan solusi nyata bagi hambatan fisik mereka melalui layanan hapus tato. Kami ingin proses hijrah kelompok marjinal ini mendapatkan pendampingan medis dan spiritual yang layak dan aman,” jelas Ikhsan Taufik.

Salah satu peserta, Roni, bukan nama sebenarnya, yang berasal dari komunitas jalanan juga menyampaikan pengalamannya mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan pengalaman sebelumnya ketika berada di lingkungan tempat ibadah.

“Biasanya kami merasa asing di tempat ibadah, tapi di Pesantren Jalan Cahaya ini kami disambut seperti keluarga. Kami diajarkan mengaji dan dirangkul dengan tulus tanpa dipandang sebelah mata. Ini adalah jalan baru bagi kami untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Program ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang sosial yang mendapatkan pembinaan keagamaan, pendampingan psikososial, serta layanan sosial sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta Timur.

Type above and press Enter to search.