BSW0TpYiGSY8GUroTUOoGfMiBA==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Bicara di Forum NGL, Willy Aditya Tekankan Ilmu Pengetahuan sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa


REPORTER.ASIA --
Anggota Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Next Gen Leaders (NGL) Regional Jawa-Bali yang digelar Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) di Asrama Haji Yogyakarta, Jumat (7/8/2026).

Willy mengajak mahasiswa melihat sejarah peradaban dunia sebagai referensi bahwa perubahan besar hampir selalu beriringan dengan perkembangan pengetahuan. Ia mencontohkan Nicolaus Copernicus yang mengembangkan penguasaan matematika dan astronomi hingga berani mengemukakan teori heliosentris yang berseberangan dengan pandangan dominan pada zamannya.

“Kemajuan sebuah bangsa selalu diawali oleh ledakan ilmu pengetahuan. Copernicus bukan hanya menguasai ilmu, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk menyampaikan kebenaran berdasarkan ilmu pengetahuan,” kata Willy.

Menurutnya, pengalaman sejarah juga terlihat dalam perkembangan peradaban Islam melalui pemikiran Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, dan Al-Ghazali. Fenomena serupa terjadi di Eropa ketika universitas berkembang sebagai pusat produksi dan penyebaran ilmu. 

Jepang pun, terang Willy, melakukan percepatan modernisasi melalui Restorasi Meiji, antara lain dengan mengirim pelajar ke luar negeri dan menerjemahkan karya-karya penting.

“Pertanyaannya, sejauh mana penguasaan ilmu pengetahuan generasi muda Indonesia hari ini? Jika ingin menjadi bangsa maju, kita harus menjadikan ilmu pengetahuan sebagai budaya, bukan sekadar pelengkap pendidikan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, NGL Regional Jawa-Bali diarahkan menjadi ruang yang mempertemukan penguatan intelektualitas dengan pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Ketua Umum PP GMH Rizki Ulfahadi mengatakan agenda tersebut merupakan bagian dari persiapan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan. Karena itu, kami ingin NGL menjadi ruang lahirnya mahasiswa yang berpikir kritis, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman,” kata Rizki.

Ia menambahkan bahwa tradisi keilmuan perlu disertai integritas serta kepedulian sosial. Dengan demikian, mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi mampu mengubahnya menjadi gagasan dan solusi bagi masyarakat.

“Kami berharap peserta NGL tidak berhenti menjadi pencari ilmu, tetapi tumbuh menjadi penggerak peradaban yang menghadirkan solusi bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Rizki.

Type above and press Enter to search.