BSW0TpYiGSY8GUroTUOoGfMiBA==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

PISN Dorong Anyaman Lontar Sawakong Masuk Ekosistem Ekonomi Kreatif


REPORTER.ASIA —
Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 mendorong pengembangan anyaman serat daun lontar di Desa Sawakong, Kabupaten Takalar, agar tidak berhenti sebagai kerajinan rumah tangga, tetapi berkembang dalam ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas. 

Pengembangan dilakukan bersama Komunitas Pengrajin Anyaman Serat Daun Lontar Karya Insani melalui inovasi desain, peningkatan kualitas, regenerasi pelaku seni, serta penguatan jejaring pasar.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pengembangan Inovasi Seni Kriya Anyaman Serat Daun Lontar Berbasis Komunitas Ekonomi Kreatif di Desa Sawakong, Kabupaten Takalar”. PISN merupakan program yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan untuk menjembatani dunia akademik, komunitas seni, dan masyarakat. 

Dalam program tersebut, anyaman lontar ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan kreativitas yang tetap mempertahankan identitas lokal. Selama ini, aktivitas menganyam di komunitas Karya Insani banyak berlangsung secara individual dan berbasis rumah tangga dengan bentuk serta fungsi produk yang relatif seragam. Tantangan lainnya mencakup perubahan selera konsumen, persaingan produk kreatif, kualitas, variasi desain, serta keterbatasan akses pasar. 

Pengembangan produk dilakukan melalui tahapan mengenali potensi bahan, mengeksplorasi ide, membuat rancangan, mencoba teknik, menghasilkan prototipe, mengevaluasi, kemudian menyempurnakan hasil. Produk diarahkan memiliki fungsi, estetika, kualitas, identitas, dan nilai tambah. 

Dokumentasi kegiatan memperlihatkan proses para pengrajin mengolah serat daun lontar menjadi berbagai produk. Contoh yang ditampilkan antara lain wadah anyaman dengan beragam pola dan warna serta penutup kepala berbahan lontar. Program juga menjalankan kegiatan pelatihan bersama komunitas Karya Insani di Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. 

Mempertahankan Keterampilan Menganyam


Penguatan ekosistem tersebut juga mencakup persoalan regenerasi. Sebagian besar pengrajin merupakan perempuan yang menjalankan berbagai peran dalam keluarga dan masyarakat sekaligus mempertahankan keterampilan menganyam. 

PISN mendorong ruang belajar lintas generasi agar pengrajin senior berbagi pengalaman, sementara generasi muda memperoleh ruang untuk mengeksplorasi kreativitas, desain, teknologi, dan media baru. 

Aspek pemasaran menjadi bagian lain dari pengembangan. Dokumentasi visual, katalog digital, media sosial, dan platform promosi diperkenalkan agar karya anyaman dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. 

Komunitas juga diarahkan membangun identitas bersama, berbagi pengetahuan, mengembangkan produk, mendokumentasikan karya, melakukan promosi, dan membuka jejaring pasar secara kolektif. 

Program PISN 2026 di Sawakong berfokus pada penguatan sosial kemasyarakatan, regenerasi pelaku seni, inovasi desain produk, peningkatan kualitas, dan penguatan ekosistem komunitas ekonomi kreatif. Tim PKM PISN ini terdiri atas Prof. Dr. Hj. Ratna Dewi, S.E., M.Si., Dr. Ir. Nashrah, S.T., M.Si., Dr. Andi Nur Putri, S.Pd., M.T., dan Dr. Eng. Kusno Kamil, S.T., M. Eng. Mngt. 

Kegiatan berlangsung pada 8–9 Agustus 2026. Melalui rangkaian pengembangan tersebut, anyaman lontar Sawakong diarahkan untuk tetap bertumpu pada identitas lokal sekaligus memperoleh ruang yang lebih luas dalam ekosistem ekonomi kreatif komunitas. 

Type above and press Enter to search.