BSW0TpYiGSY8GUroTUOoGfMiBA==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Forum NLA 2026 Ungkap Lima Keahlian Masa Depan yang Perlu Dikuasai Generasi Muda


REPORTER.ASIA --
Kemampuan digital dan teknologi, kreativitas dan inovasi, kewirausahaan, kepemimpinan, serta berpikir kritis menjadi lima keahlian penting yang perlu dipersiapkan generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan tantangan pembangunan. 

Penguasaan kompetensi tersebut dipandang bukan sekadar tuntutan perkembangan zaman, melainkan modal untuk menciptakan peluang dan mengambil peran strategis dalam masa depan Indonesia.

Perspektif itu disampaikan pengusaha nasional Mazz Reza Pranata saat menjadi narasumber National Leadership Academy (NLA) 2026 yang diselenggarakan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertanian, Bogor, pada Jumat (30/10/2026). 

Dalam sesi bertajuk “Peran Strategis Pemuda Indonesia”, Reza mengajak mahasiswa terpilih dari berbagai provinsi melihat potensi Indonesia sekaligus memahami kapasitas yang harus dibangun untuk mengoptimalkannya.

Merujuk pada berbagai tren dan data World Bank, Reza menjelaskan bahwa kompetensi masa depan menuntut anak muda memiliki kombinasi kecakapan teknis dan kemampuan berpikir. 

Dia menjelaskan, literasi digital dan teknologi diperlukan untuk beradaptasi dengan transformasi, sementara kreativitas dan inovasi menjadi landasan menghasilkan gagasan serta solusi baru. 

Sementara, kewirausahaan dan bisnis membuka kemampuan membaca peluang, sedangkan kepemimpinan dan berpikir kritis dibutuhkan untuk mengambil keputusan serta mengelola perubahan.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal demografi dan kekuatan ekonomi yang besar untuk berkembang menjadi negara maju. Namun, keunggulan tersebut tidak otomatis menghasilkan kemajuan tanpa sumber daya manusia yang berkualitas. 

Dia menekankan generasi muda perlu bergerak dari sekadar menjadi pengguna perubahan menuju kelompok yang mampu menciptakan gagasan, mengembangkan kapasitas, dan memimpin inisiatif.

“Anak muda hari ini harus menyadari bahwa perubahan terjadi begitu cepat. Kita tidak cukup hanya menjadi penonton atau sekadar mengikuti arus perubahan. Kita harus mempersiapkan diri dengan kompetensi, keberanian berinovasi, dan kemampuan memimpin agar mampu mengambil peran strategis dalam masa depan Indonesia,” ungkapnya.

Di luar penguasaan keterampilan, Reza menyebut nilai-nilai sebagai fondasi yang menentukan arah pemanfaatan kompetensi. Kemampuan teknis dan profesional, menurutnya, perlu disertai prinsip yang kuat agar kemajuan individu tidak terlepas dari tanggung jawab sosial.

“Anak muda Hidayatullah harus memiliki values yang kuat. Keahlian dan kecakapan memang penting, tetapi nilai-nilai itulah yang membuat kita berbeda dengan orang lain. Values menjadi kompas agar kita tidak kehilangan arah di tengah perubahan, sekaligus memastikan bahwa setiap kemampuan yang kita miliki membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” tambahnya.

Dia memandang kesiapan generasi muda hendaknya mengarah pada dua agenda yang saling melengkapi yakni menguasai keahlian masa depan dan menjaga integritas dalam menggunakannya. 

Melalui National Leadership Academy 2026, peserta diharapkan membangun kapasitas sebagai pemimpin yang kompeten, adaptif, berkarakter, serta mampu berkontribusi bagi Indonesia yang maju dan bersatu.

Type above and press Enter to search.